Selasa, 26 Februari 2013

Ketika kata ini tertulis, kau masih penuhi otakku:'
Selamat malam, kamu. Sedang apa dan dimana? Tak adakah niat untuk mengabariku? Memberi sepucuk pesan lewat handphonemu.
Aku tak peduli isinya, apapun itu. Karna pengirimnya kamu.
Kau mengerti jelas rasaku untukmu. Kau mengerti betul aku. Dan tak ada yang sepertimu. Nggak akan pernah ada. Satu hal yang kau tak ketahui; tak perlu kujelaskan. Akan lebih menyebalkan dibacanya.

Harus aku perjuangkan kamu?
Harus aku tunggu kamu?
Harus aku tetap diam disini mengharapmu tetap disini?
Haruskah?!
Kamu tak pernah tau rasa trauma yang dalam, rasa takut berlebihan, rasa ingin yang begitu dalam! Aku yang mengharapmu dengan berlebihan. Maaf. Cukup.sudah.iniberlebihan.
Aku hanya sedikit tertatih. Tapi aku tau tak cukup sampai disini. Tak cukup dengan ini dan hanya ini.

Dan ketika ini berakhir, kau tetap memenuhi otakku.
Untukmu, Selamat malam:')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar